Mengajak Diri untuk Mengatasi Kecemasan saat Berbicara
di Depan Umum
17 November 2009 2,451 views One Comment
Oleh: Nadira Quamila
Berbicara di depan umum menurut saya bukanlah sesuatu
hal yang mudah. Bagaimana dengan Anda? Berapa banyak dari Anda yang merasakan
kecemasan yang luar biasa saat harus memberikan informasi di hadapan banyak
orang? Tidak bisa tidur di malam sebelumnya, detak jantung yang semakin cepat,
panik yang luar biasa, tangan yang dingin, tubuh berkeringat dan gemetar adalah
sebagian kecil dari gejala-gejala yang mungkin saja pernah kita alami menjelang
saat kita akan berbicara di muka umum.
Kecemasan saat berbicara di depan orang banyak dapat
mempengaruhi performa kita. Ada orang yang seolah-olah kehilangan kata-katanya
saat harus berbicara di depan umum. Untuk mengatasi keadaan ini agar tidak
berlarut-larut, kita perlu melakukan perubahan secara perlahan-lahan. Beberapa
langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa cemas sebelum berbicara di
depan umum adalah:
1. Persiapkan segala sesuatunya dengan baik dan
berlatih
Sebelum berbicara di depan umum, cobalah untuk melatih cara berbicara kita, body language, dan lain-lain. Latihan dapat dilakukan misalnya di depan kaca atau merekam presentasi kita untuk didengarkan kembali dan dievaluasi. Kita dapat juga menyiapkan catatan kecil yang berisi poin-poin penting yang akan kita sampaikan. Persiapan yang matang dapat mengurangi rasa takut.
Sebelum berbicara di depan umum, cobalah untuk melatih cara berbicara kita, body language, dan lain-lain. Latihan dapat dilakukan misalnya di depan kaca atau merekam presentasi kita untuk didengarkan kembali dan dievaluasi. Kita dapat juga menyiapkan catatan kecil yang berisi poin-poin penting yang akan kita sampaikan. Persiapan yang matang dapat mengurangi rasa takut.
2. Berdamai dengan ketakutan itu sendiri.
Ketika rasa takut itu datang, cobalah katakan kepada diri sendiri hal-hal yang dapat meningkatkan perasaan aman dan nyaman dalam diri kita. Jangan berfokus pada hal-hal yang menyeramkan.
Ketika rasa takut itu datang, cobalah katakan kepada diri sendiri hal-hal yang dapat meningkatkan perasaan aman dan nyaman dalam diri kita. Jangan berfokus pada hal-hal yang menyeramkan.
3. Perhatikan orang-orang dan lingkungan sekitar
Langkah ini akan membantu untuk mengalihkan kita dari perasaan-perasaan takut dan tidak nyaman yang bersumber dari dalam diri kita. Melihat objek-objek yang ada di tempat kita berdiri saat itu menutup kesempatan pikiran kita untuk membayangkan hal-hal yang menakutkan.
Langkah ini akan membantu untuk mengalihkan kita dari perasaan-perasaan takut dan tidak nyaman yang bersumber dari dalam diri kita. Melihat objek-objek yang ada di tempat kita berdiri saat itu menutup kesempatan pikiran kita untuk membayangkan hal-hal yang menakutkan.
4. Deep breathing
Bernapas dalam-dalam akan memberikan sinyal kepada tubuh bahwa kita tidak sedang berada dalam situasi bahaya dan respon-respon fisiologis pun akan berjalan normal.
Bernapas dalam-dalam akan memberikan sinyal kepada tubuh bahwa kita tidak sedang berada dalam situasi bahaya dan respon-respon fisiologis pun akan berjalan normal.
Dalam public speaking, kita harus berusaha menyadari
bahwa yang menjadi fokus di sini adalah audiens, yaitu orang-orang yang
mendengarkan informasi yang kita berikan, dan bukan kita. Terlalu berfokus
terhadap diri sendirilah yang akhirnya memunculkan ketakutan atau kecemasan
saat kita berbicara di depan orang banyak. Mulailah untuk berpikir, apa yang
dapat kita berikan kepada audiens, dan bukan bagaimana mereka akan memandang
diri kita.
Sebagai public speaker kita harus membuat audiens
merasa diterima. Caranya adalah dengan membangun hubungan dengan orang-orang
yang menjadi audiens kita, baik melalui kontak mata, bahasa tubuh, maupun
kata-kata yang kita gunakan.
*Salah satu bentuk tampil dimuka umum adalah dengan
melakukan seni drama teater. Jika anda ingin lebih mengenal tentang seni drama
tersebut, maka datanglah ke TIM Marzuki pada tanggal 20-22 Nov 2009, karena
pada tanggal tersebut akan berlangsung Teater Tragedi Macbeth yang
disadur dari karya Shakespeare
Banyak orang yang memiliki ketakutan yang sangat besar
ketika harus berbicara di depan umum. Hal yang ironi ini terjadi karena
kebanyakan orang akan merasa nyaman jika berbicara dengan satu atau dua orang
pada waktu yang sama, namun merasa gugup ketika berbicara dengan lebih banyak
orang. Rasa gugup tersebut dapat menyebabkan reaksi fisik yang sangat kuat
seperti bernapas dengan cepat, berkeringat, bibir menjadi kering, merasa sakit
pada saluran pencernaan, dan pada beberapa kasus, dapat menyebabkan rasa panik.
Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint
presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership
skills, silakan
KLIK DISINI.
Namun sebenarnya tidak perlu seperti itu dan siapa pun
dapat belajar untuk menanggulangi rasa takut tersebut dengan mudah. Orang
tersebut hanya perlu menguasai lima teknik dasar untuk mengatasi rasa cemas dan
mulai benar-benar menikmati komunikasi dengan orang lain dalam
kelompok-kelompok dengan jumlah orang yang berbeda-beda.
Teknik pertama adalah fisik. Ketika kita merasa
tertekan maka kita akan mengalami reaksi simpatik atau respon stres. Kebalikan
dari kondisi ini adalah keadaan mengambang atau respon santai. Cara termudah
untuk memicu respon santai adalah dengan mengontrol pernapasan. Bernapas ringan
selama 3 hitungan, tahan napas selama 1 hitungan kemudian keluarkan napas
selama 9 hitungan. Teknik ini akan memperlambat pernapasan anda dan meningkatkan
aliran oksigen ke otak anda.
Teknik kedua adalah latihan mental. Ingatlah ketika
anda benar-benar berhasil berbicara secara efektif dengan satu atau lebih
banyak orang. Hidupkan lagi pengalaman tersebut. Di manakah anda berada? Apa
yang anda lihat ? Sensasi fisik apa yang anda rasakan, hangat atau dingin?
Bagaimana perasaan anda? Suara apa yang anda dengar? Dengan berfokus pada saat
anda berhasil tampil dengan baik maka anda akan menempatkan diri anda dalam
kondisi mental yang positif dan melawan respon stres secara mental.
Teknik ketiga adalah pengelolaan prilaku kognitif.
Keyakinan kita pada kemampuan kita untuk menafsirkan hal-hal yang terjadi pada
kita dan tafsiran tersebut akan membangkitkan pikiran, emosi, dan prilaku kita.
Cara termudah untuk mengatasi pikiran negatif adalah fokus pada salah satu
pikiran positif misalnya “Saya senang berada di sini”, “Saya senang para
pendengar di sini”, “Saya peduli bahwa mereka akan mendapatkan manfaat dari
pembicaraan saya”, dan “ Saya telah menyiapkan diri saya dengan baik mengenai
isi pembicaraan”.
Teknik keempat adalah membayangkan orang-orang di
dunia yang anda pikir merupakan orang yang paling efektif dalam berbicara.
Gambarkan mereka dalam pikiran anda sampai pada pandangan anda dan lihatlah
bagaimana mereka berbicara. Kemudian bayangkan anda dapat menyatu dalam diri
mereka dan rasakan seolah-olah anda berada pada posisi mereka dan menyampaikan
pembicaraan. Tahap ketiga adalah membayangkan tubuh mereka menyatu dengan apa
yang anda bicarakan dengan cara yang paling efektif. Dan hal ini benar-benar
berhasil!
Dan akhirnya, pastikan bahwa anda cukup terlatih
dengan teknik untuk melakukan kontak mata dengan para peserta anda. Banyak
pembicara membiarkan dirinya turun rasa percaya dirinya dengan melihat ke
lantai, ke atap, dan tempat lain daripada kepada pesertanya. Berlatihlah untuk
melakukan lebih banyak kontak mata kepada semua orang untuk mensensitifkan diri
anda dengan proses ini. Kemudian dengan peserta anda, lakukanlah teknik lazy S.
Lihatlah kepada seseorang di bagian depan di sebelah
kiri anda dan lakukan kontak mata. Kemudian pindahkan mata anda ke sebelah
kanan, kemudian bergerak ke belakang peserta dan ke sebelah kiri demikian
seterusnya sampai anda membentuk huruf S yang besar. Anda dapat menggantikan ke
sebelah belakang dan menggerakkan huruf S atau membayangkan membuat huruf S
yang terbesar. Yang menjadi tujuan adalah anda dapat merasakan apa yang mereka
rasakan terhubung dengan anda melalui kontak mata .
Mahasiswa
tidak pernah lepas dari yang namanya laporan dan makalah. Yang lebih seru lagi
makalah dan laporan itu harus dipresentasikan di depan dosen dan mahasiswa yang
lain. Belum lagi pada saat sidang tugas akhir atau skiripsi di depan penguji,
bisa mandi keringat. Banyak diantara mahasiswa yang biasanya lancar berbicara
sehari-hari begitu berada di depan ruang kuliah jadi gagu. Semua pandangan audiens
tertuju kepada pembicara. Tatapan mata para audiens ini sering membuat
pembicara jadi panik, gemetar, grogi dan hasilnya presentasinya berantakan.
Memang berbicara di depan orang banyak bukanlah suatu hal yang mudah. Rasa takut yang sering menjadi kendala dalam melakukan presentasi di depan orang banyak memang lumrah. Apalagi yang baru menempuh bangku perkuliahan. Tapi jika setelah menjadi mahasiswa masih belum berani di depan publik, bisa turun reputasi seorang mahasiswa. Alhasil tidak dipercaya masyarakat atau masyarakat menyebutnya mahasiswa-mahasiswaan.
Untuk menghindari hal tersebut mari kita melatih diri berbicara di depan publik. Berikut ini akan kita uraikan tips menghindari atau mencegah terjadi hal tersebut saat kita berbicara di depan orang banyak.
1. Sadari bahwa orang lain akan merasakan hal yang sama ketika ada di posisi Anda. Mungkin hari ini adalah giliran Anda besok adalah giliran mahasiswa yang berikutnya. Jadi jangan biarkan orang-orang yang menonton tersebut membuat Anda panik.
2. Bicaralah dengan tenang, walaupun grogi jangan biarkan kepanikan membuat Anda berbicara terburu-buru. Karena jika Anda terburu-buru risiko slip tounge sangat besar terjadi, dan pasti hanya akan membuat Anda terlihat konyol.
3. Pelajari benar topik yang akan Anda bicarakan. Kuasai topik-topik menarik yang mungkin akan menjadi pertanyaan bagi audiens. Semakin dalam pemahaman Anda terhadap topik, maka kepercayaan diri akan semakin besar. Anda akan semakin mantap dalam berbicara.
4. Jika Anda merasa sangat panik sampai-sampai tidak ada suara yang keluar dari mulut, tariklah nafas panjang, rilekskan diri Anda sesaat.
5. Buka mulut Anda lebar-lebar saat berbicara, agar suara yang dihasilkan jelas, dan berbicaralah selantang mungkin. Hal tersebut menunjukkan bahwa Anda memiliki kepercayaan diri, dan membuat orang yang mendengar yakin dan percaya dengan omongan Anda.
6. Beristirahatlah pada tiap-tiap jeda topik, jangan terburu-buru. Usahakan untuk tidak terlalu banyak mengunakan pengulangan kata, seperti "jadi", "nggg" dan sebagainya.
Saya juga sedang belajar nih untuk tidak grogi, yang pasti berani bicara di depan umum dulu...Semakin sering kita berbicara di depan umum semakin lama akan semakin bisa..
Memang berbicara di depan orang banyak bukanlah suatu hal yang mudah. Rasa takut yang sering menjadi kendala dalam melakukan presentasi di depan orang banyak memang lumrah. Apalagi yang baru menempuh bangku perkuliahan. Tapi jika setelah menjadi mahasiswa masih belum berani di depan publik, bisa turun reputasi seorang mahasiswa. Alhasil tidak dipercaya masyarakat atau masyarakat menyebutnya mahasiswa-mahasiswaan.
Untuk menghindari hal tersebut mari kita melatih diri berbicara di depan publik. Berikut ini akan kita uraikan tips menghindari atau mencegah terjadi hal tersebut saat kita berbicara di depan orang banyak.
1. Sadari bahwa orang lain akan merasakan hal yang sama ketika ada di posisi Anda. Mungkin hari ini adalah giliran Anda besok adalah giliran mahasiswa yang berikutnya. Jadi jangan biarkan orang-orang yang menonton tersebut membuat Anda panik.
2. Bicaralah dengan tenang, walaupun grogi jangan biarkan kepanikan membuat Anda berbicara terburu-buru. Karena jika Anda terburu-buru risiko slip tounge sangat besar terjadi, dan pasti hanya akan membuat Anda terlihat konyol.
3. Pelajari benar topik yang akan Anda bicarakan. Kuasai topik-topik menarik yang mungkin akan menjadi pertanyaan bagi audiens. Semakin dalam pemahaman Anda terhadap topik, maka kepercayaan diri akan semakin besar. Anda akan semakin mantap dalam berbicara.
4. Jika Anda merasa sangat panik sampai-sampai tidak ada suara yang keluar dari mulut, tariklah nafas panjang, rilekskan diri Anda sesaat.
5. Buka mulut Anda lebar-lebar saat berbicara, agar suara yang dihasilkan jelas, dan berbicaralah selantang mungkin. Hal tersebut menunjukkan bahwa Anda memiliki kepercayaan diri, dan membuat orang yang mendengar yakin dan percaya dengan omongan Anda.
6. Beristirahatlah pada tiap-tiap jeda topik, jangan terburu-buru. Usahakan untuk tidak terlalu banyak mengunakan pengulangan kata, seperti "jadi", "nggg" dan sebagainya.
Saya juga sedang belajar nih untuk tidak grogi, yang pasti berani bicara di depan umum dulu...Semakin sering kita berbicara di depan umum semakin lama akan semakin bisa..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar