Minggu, 29 Januari 2012

penggunaan laptop yang baik


Pemakaian
LAPTOP
 yang Baik

Beberapa yang perlu diperhatikan dalam unaan laptop

Merawat laptop bukanlah hal yang susah. Tetapi jika disepelekan anda akan menyesal karena kejadian yang datang secara mendadak tanpa diduga.

1. Gunakan Laptop dengan semestinya
Sering terlihat bahwa para pengguna laptop bekerja menggunakan laptonya berdekatan dengan minuman. Hindari bekerja dengan laptop di dekat minuman atau cairan karena kadang secara tidak sengaja bisa saja minuman itu tersenggol dan tumpah di laptop anda. Dan jika ini terjadi, segera cabut dapter dan baterai kemudian keringkan laptop ( bisa dilap dan diangin-anginkan atau di hair dryer namun jangan terlalu panas)
Disamping itu hindaripenggunaan laptop di ruangan yang relatip panas. Karena panas yang berlebihan akan membuat komponen berumur pendek bahkan panas yang cukup ekstrim akan merusaknya.
Jangan lupa buka dan tutuplah laptop anda dengan perlahan-lahan. Karena engsel antara LCD dan badan laptop sangat sensitive, berpotensi mudah rusak jika anda terlalu sering membuka dan menutup laptop dengan keras/menghentak.

2. Jangan memesukkan laptop yang habis digunakan langsung ke dalam tas laptop
Hal ini dikarenakan, laptop yang telah digunakan biasanya masih menyimpan panas berlebih. Saat langsung dimasukkan tas, panas ini tertahan cukup lama dan tidak akan berkurang. Akibatnya akan berpengaruh kepada komponen listrik yang ada didalam laptop.

3. Jangan mencharge laptop secara berlebihan
Artinya cabutlah charge dari stop kontak listrik jika baterai telah full dan charge lagi jika baterai telah berkurang 40-50 %. Hal ini sangat bermanfaat untuk menjaga keawetan baterai dan penghematan energi.

4. Hindari penggunaan laptop berdekatan dengan benda-benda elektronik
Penggunaan laptop terlalu berdekatan dengan benda-benda elektronik seperti TV, Handphone, dan sejenisnya sangat tidak dianjurkan. Benda-benda tersebut akan mengeluarkan medan magnet dan berpotensi akan merusak hard disk kita. Pastikan benda-benda tersebut berjarak 20 cm dari tempat laptop anda.

5. Gunakan laptop ditempat yang datar
Penggunaan laptop disarankan ditempat yang datar agar sirkulasi udara tetap lancar. Kadang kita lupa bekerja atau bermain dengan laptop diatas tempat tidur atau bahkan diatas bantal yang empuk sebagai alasnya. Hal ini sangat tidak dianjurkan, karena sirkulasi panas yang terjadi saat laptop digunakan tidak akan dapat keluar dengan lancar. Dan dapat mengakibatkan overheating yang akan menghambat kinerja laptop dan lebih jauh akan memperpendek umur komponen didalamnya.

6. Pastikan bahwa laptop dimatikan dengan benar jika tidak digunakan
Laptop anda hendaknya dipastikan dalam kondisi mati jika tidak lagi dipergunakan. Dan hal penting lainnya adalah hindari mematikan laptop dengan paksa dengan menekan tombol power beberapa saat. Force shut down seperti ini harus dihindari karena akan berakibat fatal terhadap potensi kerusakan hard disk dikemudian hari. Gunakan langkah-langkah standard dengan mematikan semua aplikasi dan kemudian melakukan shutdown melalui fasilitas yang tersedia di masing-masing OS (operating system).

7. Lepaskan baterai jika laptop akan kita simpan dalam waktu lama
Di saat anda akan bepergian jauh dalam beberapa hari atau minggu kedepan, dan laptop akan anda tinggal dirumah, ada baiknya lepsakan baterai dari laptopnya. Hal ini akan membantu menjaga umur dan kinerja baterai laptop anda.

8. Antisipasi terhadap kemungkinan tersambar petir
Pastikan semua koneksi ke laptop anda di cabut seperti kabel telepon jika anda terhubung ke modem saat berinternet dengan jaringan LAN dan cabut juga power listrik.

9. Hindari pembebanan terhadap laptop
Kadang kita sering lupa menaruh barang seperti buku, pensil, atau benda-benda lainnya diatas laptop. Beban yang terlalu berat akan menekan LCD yang bisa menyebabkan scratch/tergores atau bahkan beban yang terlalu ekstrim pun bisa menyebabkan LCD pecah.


Anggreni

Mengatasi Panik


Mengajak Diri untuk Mengatasi Kecemasan saat Berbicara di Depan Umum
17 November 2009 2,451 views One Comment
Oleh: Nadira Quamila

Berbicara di depan umum menurut saya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Bagaimana dengan Anda? Berapa banyak dari Anda yang merasakan kecemasan yang luar biasa saat harus memberikan informasi di hadapan banyak orang? Tidak bisa tidur di malam sebelumnya, detak jantung yang semakin cepat, panik yang luar biasa, tangan yang dingin, tubuh berkeringat dan gemetar adalah sebagian kecil dari gejala-gejala yang mungkin saja pernah kita alami menjelang saat kita akan berbicara di muka umum.
Kecemasan saat berbicara di depan orang banyak dapat mempengaruhi performa kita. Ada orang yang seolah-olah kehilangan kata-katanya saat harus berbicara di depan umum. Untuk mengatasi keadaan ini agar tidak berlarut-larut, kita perlu melakukan perubahan secara perlahan-lahan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa cemas sebelum berbicara di depan umum adalah:
1. Persiapkan segala sesuatunya dengan baik dan berlatih
Sebelum berbicara di depan umum, cobalah untuk melatih cara berbicara kita, body language, dan lain-lain. Latihan dapat dilakukan misalnya di depan kaca atau merekam presentasi kita untuk didengarkan kembali dan dievaluasi. Kita dapat juga menyiapkan catatan kecil yang berisi poin-poin penting yang akan kita sampaikan. Persiapan yang matang dapat mengurangi rasa takut.
2. Berdamai dengan ketakutan itu sendiri.
Ketika rasa takut itu datang, cobalah katakan kepada diri sendiri hal-hal yang dapat meningkatkan perasaan aman dan nyaman dalam diri kita. Jangan berfokus pada hal-hal yang menyeramkan.
3. Perhatikan orang-orang dan lingkungan sekitar
Langkah ini akan membantu untuk mengalihkan kita dari perasaan-perasaan takut dan tidak nyaman yang bersumber dari dalam diri kita. Melihat objek-objek yang ada di tempat kita berdiri saat itu menutup kesempatan pikiran kita untuk membayangkan hal-hal yang menakutkan.
4. Deep breathing
Bernapas dalam-dalam akan memberikan sinyal kepada tubuh bahwa kita tidak sedang berada dalam situasi bahaya dan respon-respon fisiologis pun akan berjalan normal.
Dalam public speaking, kita harus berusaha menyadari bahwa yang menjadi fokus di sini adalah audiens, yaitu orang-orang yang mendengarkan informasi yang kita berikan, dan bukan kita. Terlalu berfokus terhadap diri sendirilah yang akhirnya memunculkan ketakutan atau kecemasan saat kita berbicara di depan orang banyak. Mulailah untuk berpikir, apa yang dapat kita berikan kepada audiens, dan bukan bagaimana mereka akan memandang diri kita.
Sebagai public speaker kita harus membuat audiens merasa diterima. Caranya adalah dengan membangun hubungan dengan orang-orang yang menjadi audiens kita, baik melalui kontak mata, bahasa tubuh, maupun kata-kata yang kita gunakan.
*Salah satu bentuk tampil dimuka umum adalah dengan melakukan seni drama teater. Jika anda ingin lebih mengenal tentang seni drama tersebut, maka datanglah ke TIM Marzuki pada tanggal 20-22 Nov 2009, karena pada tanggal tersebut akan berlangsung Teater Tragedi Macbeth yang disadur dari karya Shakespeare
Banyak orang yang memiliki ketakutan yang sangat besar ketika harus berbicara di depan umum. Hal yang ironi ini terjadi karena kebanyakan orang akan merasa nyaman jika berbicara dengan satu atau dua orang pada waktu yang sama, namun merasa gugup ketika berbicara dengan lebih banyak orang. Rasa gugup tersebut dapat menyebabkan reaksi fisik yang sangat kuat seperti bernapas dengan cepat, berkeringat, bibir menjadi kering, merasa sakit pada saluran pencernaan, dan pada beberapa kasus, dapat menyebabkan rasa panik.
Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.
Namun sebenarnya tidak perlu seperti itu dan siapa pun dapat belajar untuk menanggulangi rasa takut tersebut dengan mudah. Orang tersebut hanya perlu menguasai lima teknik dasar untuk mengatasi rasa cemas dan mulai benar-benar menikmati komunikasi dengan orang lain dalam kelompok-kelompok dengan jumlah orang yang berbeda-beda.
Teknik pertama adalah fisik. Ketika kita merasa tertekan maka kita akan mengalami reaksi simpatik atau respon stres. Kebalikan dari kondisi ini adalah keadaan mengambang atau respon santai. Cara termudah untuk memicu respon santai adalah dengan mengontrol pernapasan. Bernapas ringan selama 3 hitungan, tahan napas selama 1 hitungan kemudian keluarkan napas selama 9 hitungan. Teknik ini akan memperlambat pernapasan anda dan meningkatkan aliran oksigen ke otak anda.
Teknik kedua adalah latihan mental. Ingatlah ketika anda benar-benar berhasil berbicara secara efektif dengan satu atau lebih banyak orang. Hidupkan lagi pengalaman tersebut. Di manakah anda berada? Apa yang anda lihat ? Sensasi fisik apa yang anda rasakan, hangat atau dingin? Bagaimana perasaan anda? Suara apa yang anda dengar? Dengan berfokus pada saat anda berhasil tampil dengan baik maka anda akan menempatkan diri anda dalam kondisi mental yang positif dan melawan respon stres secara mental.
Teknik ketiga adalah pengelolaan prilaku kognitif. Keyakinan kita pada kemampuan kita untuk menafsirkan hal-hal yang terjadi pada kita dan tafsiran tersebut akan membangkitkan pikiran, emosi, dan prilaku kita. Cara termudah untuk mengatasi pikiran negatif adalah fokus pada salah satu pikiran positif misalnya “Saya senang berada di sini”, “Saya senang para pendengar di sini”, “Saya peduli bahwa mereka akan mendapatkan manfaat dari pembicaraan saya”, dan “ Saya telah menyiapkan diri saya dengan baik mengenai isi pembicaraan”.
Teknik keempat adalah membayangkan orang-orang di dunia yang anda pikir merupakan orang yang paling efektif dalam berbicara. Gambarkan mereka dalam pikiran anda sampai pada pandangan anda dan lihatlah bagaimana mereka berbicara. Kemudian bayangkan anda dapat menyatu dalam diri mereka dan rasakan seolah-olah anda berada pada posisi mereka dan menyampaikan pembicaraan. Tahap ketiga adalah membayangkan tubuh mereka menyatu dengan apa yang anda bicarakan dengan cara yang paling efektif. Dan hal ini benar-benar berhasil!
Dan akhirnya, pastikan bahwa anda cukup terlatih dengan teknik untuk melakukan kontak mata dengan para peserta anda. Banyak pembicara membiarkan dirinya turun rasa percaya dirinya dengan melihat ke lantai, ke atap, dan tempat lain daripada kepada pesertanya. Berlatihlah untuk melakukan lebih banyak kontak mata kepada semua orang untuk mensensitifkan diri anda dengan proses ini. Kemudian dengan peserta anda, lakukanlah teknik lazy S.
Lihatlah kepada seseorang di bagian depan di sebelah kiri anda dan lakukan kontak mata. Kemudian pindahkan mata anda ke sebelah kanan, kemudian bergerak ke belakang peserta dan ke sebelah kiri demikian seterusnya sampai anda membentuk huruf S yang besar. Anda dapat menggantikan ke sebelah belakang dan menggerakkan huruf S atau membayangkan membuat huruf S yang terbesar. Yang menjadi tujuan adalah anda dapat merasakan apa yang mereka rasakan terhubung dengan anda melalui kontak mata .
Mahasiswa tidak pernah lepas dari yang namanya laporan dan makalah. Yang lebih seru lagi makalah dan laporan itu harus dipresentasikan di depan dosen dan mahasiswa yang lain. Belum lagi pada saat sidang tugas akhir atau skiripsi di depan penguji, bisa mandi keringat. Banyak diantara mahasiswa yang biasanya lancar berbicara sehari-hari begitu berada di depan ruang kuliah jadi gagu. Semua pandangan audiens tertuju kepada pembicara. Tatapan mata para audiens ini sering membuat pembicara jadi panik, gemetar, grogi dan hasilnya presentasinya berantakan.

Memang berbicara di depan orang banyak bukanlah suatu hal yang mudah. Rasa takut yang sering menjadi kendala dalam melakukan presentasi di depan orang banyak memang lumrah. Apalagi yang baru menempuh bangku perkuliahan. Tapi jika setelah menjadi mahasiswa masih belum berani di depan publik, bisa turun reputasi seorang mahasiswa. Alhasil tidak dipercaya masyarakat atau masyarakat menyebutnya mahasiswa-mahasiswaan.

Untuk menghindari hal tersebut mari kita melatih diri berbicara di depan publik. Berikut ini akan kita uraikan tips menghindari atau mencegah terjadi hal tersebut saat kita berbicara di depan orang banyak.

1. Sadari bahwa orang lain akan merasakan hal yang sama ketika ada di posisi Anda. Mungkin hari ini adalah giliran Anda besok adalah giliran mahasiswa yang berikutnya. Jadi jangan biarkan orang-orang yang menonton tersebut membuat Anda panik.

2. Bicaralah dengan tenang, walaupun grogi jangan biarkan kepanikan membuat Anda berbicara terburu-buru. Karena jika Anda terburu-buru risiko slip tounge sangat besar terjadi, dan pasti hanya akan membuat Anda terlihat konyol.

3. Pelajari benar topik yang akan Anda bicarakan. Kuasai topik-topik menarik yang mungkin akan menjadi pertanyaan bagi audiens. Semakin dalam pemahaman Anda terhadap topik, maka kepercayaan diri akan semakin besar. Anda akan semakin mantap dalam berbicara.

4. Jika Anda merasa sangat panik sampai-sampai tidak ada suara yang keluar dari mulut, tariklah nafas panjang, rilekskan diri Anda sesaat.

5. Buka mulut Anda lebar-lebar saat berbicara, agar suara yang dihasilkan jelas, dan berbicaralah selantang mungkin. Hal tersebut menunjukkan bahwa Anda memiliki kepercayaan diri, dan membuat orang yang mendengar yakin dan percaya dengan omongan Anda.

6. Beristirahatlah pada tiap-tiap jeda topik, jangan terburu-buru. Usahakan untuk tidak terlalu banyak mengunakan pengulangan kata, seperti "jadi", "nggg" dan sebagainya.


Saya juga sedang belajar nih untuk tidak grogi, yang pasti berani bicara di depan umum dulu...Semakin sering kita berbicara di depan umum semakin lama akan semakin bisa..

Sabtu, 14 Januari 2012

PROPOSAL BISNIS-SEWA BUKU



 BISNIS SEWA BUKU

 1. Latar Belakang
Dewasa ini minat membaca sangat minim, terutama di kalangan remaja. Maka dari itu kita perlu meningkatkan minat membaca yang  telah menurun tersebut agar dapat mengurangi kebodohan. Maanfaat membaca buku, koran ataupun majalah dapat membantu kita untuk  menambah wawasan, meningkatkan intelegensi atau kecerdasan, menambah pengetahuan, dll. Kebutuhan membaca tidak hanya diperlukan oleh para pelajar tetapi juga pengajar, pebisnis, pemerintah, bahkan presiden sekalipun. Sebenarnya membaca merupakan kebutuhan semua pihak, karena buku merupakan gudangnya ilmu pengetahuan tetapi karena ketidaksadaran akan kebutuhan tersebut membuat orang menjadi malas membaca buku apalagi dengan adanya jaringan internet.
Untuk meningkatkan minat membaca usaha yang dapat saya lakukan adalah dengan membka bisnis  atau usaha sewa buku. Usaha sewa buku ini bukan hanya bertujuan memperoleh keuntungan tetapi juga menambah nilai sosial di bidang bisnis.Biasanya kita membeli  buku yang tebal dan hanya diperlukan  untuk sementara, misalnya saja buku untuk mencari bahan materi presentasi yang diperlukan sementara atau kita ingin membeli novel, atau buku lainnya yang hanya diperlukan sementara. Jadi  Dengan adanya sewa buku ini kita tidak perlu membeli buku dengan harga yang mahal untuk di pakai sementara tetapi hanya perlu menyewa dengan harga yang lebih murah. Dengan adanya sewa buku ini kita dapat menghemat biaya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
Selain dapat menghemat biaya sewa buku ini juga akan menyediakan berbagai jenis buku seperti novel yang menjadi favorit para remaja, buku pelajaran dari anak-anak sampai dewasa, buku resep masakan untuk ibu rumah tangga, buku untuk bisnis untuk para pengusaha atau orang yang ingin memulai membuka bisnis, buku untuk para pengajar, buku manajemen, dan berbagai jenis buku yang dibutuhkan dari berbagai pihak. Terutama buku yang yang diperlukan oleh para pelajar. Dengan demikian tidak menyulitkan orang-orang untuk mendapatkan buku.
2. Lokasi Pendirian Usaha dan Alasan Pemilihan Lokasi
Lokasi yang tepat atau lokasi yang cocok untuk mendirikan bisnis sewa buku ini adalah daerah panjer. Alasan memilih lokasi daerah panjer adalah karena disana terdapat banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi seperti UNDIKNAS, NEW MEDIA, STIKI, dan lain-lain. Para pelajar pasti memerlukan buku untuk proses pembelajaran terutama perguruan tinggi swasta. Selain itu, disana juga belum terdapat toko buku atau sewa buku, jadi dapat memudahkan para pelajar maupun pengajar mendapatkan buku yang diinginkan dan dapat menghemat biaya dengan menyewa buku tanpa membeli.

3. Aspek-aspek dalam Mendirikan Usaha
Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam mendirikan usaha sewa buku ini yaitu aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, aspek material atau bahan baku, dan aspek sumber dan penggunaan dana.

a. Aspek Pemasaran
Dalam mendirikan bisnis sewa buku ini, produk atau buku yang akan disewakan dan tempat didirikannnya usaha harus diketahui oleh masyarakat. Maka dari itu perlu adanya pemasaran produk. Bisnis sewa buku ini akan melakukan pemasaran ke sekolah-sekolah atau perguruan tinggi karena sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang ada di daerah lokasi pendirian usaha merupakan sasaran utama pemasaran. Pemasaran yang akan dilakukan adalah dengan menyebarkan brosur yang berisi lokasi pendirian usaha,  beberapa jenis buku yang sedang populer, jam buka, dan lain-lainnya. Brosur disebarkan ke daerah sekitar terutama ke sekola-sekolah dan pergurua tinggi.

b. Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan dalam mendirikan usaha sewa buku ini harus memilki beberapa keahlian. Dalam bisnis ini tidak membutuhkan banyak karyawan karena dalam menjalankan bisnis ini tidak begitu sulit. Karyawan yang di butuhkan dalam bisnis ini adalah 1) Karyawan yang mempunyai wawasan luas tentang perkembangan buku yang baru keahlian ini bertujuan untuk mengoleksi buku yang sedang populer sehingga memiliki daya tarik membaca bagi konsumen. 2) Karyawan yang mempunyai keahlian di bidang pencatatan untuk mengatur transaksi penyewaan buku  dan pengembalian buku. 3) Mempunyai keahlian di bidang komputer untuk mengatur dan mencatat transaksi pengeluaran dan penerimaan kas. 4) Karyawan yang bertugas mengatur desain tata letak pengelompokan buku.

c. Material atau bahan yang Diperlukan
Material yang dibutuhkan dalam bisnis sewa buku ini adalah rak buku untuk menempatkan buku sewaan, meja dan kursi untuk tempat kujungan konsumen, tempat pembayaran dan transaksi sewa buku, dan material utama adalah buku—buku sewaan.

d. Sumber dan Penggunaan Dana
Dalam menjalankan bisnis ini perkiraan dana yang dibutuhkan sekitar 15 juta. Dana yang diperlukan dapat berasal dari modal pribadi dan utang usaha kepada penjual buku. Kemudian jika usaha sewa buku ini berkembang pesat maka diperlukan pemasukan kas dari pinjaman di bank.
Adapun perincian dana yang diperlukan adalah:
Kas                                                      3.000.000
Sewa Gedung                                     3.000.000
Peralatann                                           1.200.000
Perlengkapan                                         800.000
Buku Sewaan                                      6.000.000
Gaji Karyawan                                    2.000.000
Utang Usaha                                       1.000.000
Modal                                                15.000.000

4. Kendala-kendala dalam Pendirian Usaha
Dalam mendirikan sebuah usaha atau bisnis pasti terdapat kendala-kendala yang dihadapi. Kendala-kendala dalam pendirian bisnis sewa buku ini adalah:
1. Lamanya titik balik modal (BEP) usaha karena modal awal yang besar
2. Buku yang disewakan tidak kembali utuh seperti semula
3. Buku yang disewakan dihilangkan atau tidak dikembalikan
4. Tidak ada koleksi buku terbaru atau minimnya persediaan karena buku yang  lama masih banyak
5. Ada buku yang tidak tersewakan karena tidak dibutuhkan oleh konsumen.